Beberapa hari terakhir ini, aku merasa sepertinya aku tak berguna dalam beberapa hal. Dan ini masih membuatku stress dan kepikiran.
1. AI
Sejak kehadiran AI, aku mulai was-was dengan pekerjaanku. Pekerjaanku bisa dibilang 90% online karena berhubungan dengan hal-hal yang hanya ada di internet dan tidak ada di offline. Beberapa tahun lalu, aku merasa senang karena ini membuat waktuku menjadi lebih fleksibel, tapi sejak kehadiran AI yang masif dalam setahun ke belakang ini, bisa dibilang pekerjaanku paling berpotensi digantikan oleh AI.
Aku punya beberapa pekerjaan yang kulakukan untuk membantu perekonomian keluarga kecilku. Di salah satu pekerjaan, bahkan aku sudah merasa sedang disingkirkan secara perlahan. Atasanku ini benar-benar PRO dengan AI. Mulai dari pembuatan website, konten, riset, dan lain-lain.
Bahkan, pekerjaan freelance desainku juga sepertinya akan segera tumbang karena aku sempat mempromosikan untuk membuat desain gratis khusus untuk UMKM saja, tapi tidak ada satu orang pun yang tertarik. Padahal, aku sudah promosikan di story-ku dan story suamiku yang punya lebih banyak kontak daripada aku.
Aku lihat juga beberapa orang mulai mempromosikan jualan mereka dengan menggunakan desain hasil AI. Sebenarnya, aku cukup sedih dengan perubahan ini. Tapi, mau tidak mau, aku harus menerima perkembangan teknologi apa pun itu, bukan?
2. Digantikan Orang Lain
Seperti yang sudah dibilang di atas, aku merasa sepertinya akan segera disingkirkan. Ada beberapa hal yang membuatku yakin bahwa aku akan segera digantikan:
1. Perubahan pembagian tanggung jawab
Belakangan ini ada beberapa tanggung jawab yang mulai dialihkan atau dibagikan kepada anggota tim lain. Aku tahu ini bisa saja bagian dari penyesuaian cara kerja atau efisiensi tim. Namun, di sisi lain, aku jadi mulai bertanya-tanya apakah peranku masih benar-benar dibutuhkan seperti dulu.
2. Lingkup pekerjaan yang semakin mengecil
Aku juga menyadari bahwa beberapa pekerjaan yang dulu hampir selalu kukerjakan, sekarang tidak lagi sepenuhnya menjadi tanggung jawabku. Mungkin ini hal yang wajar dalam sebuah tim. Hanya saja, perubahan-perubahan kecil yang terjadi terus-menerus membuatku mulai merasa kehilangan tempat sedikit demi sedikit.
3. Rasa tidak lagi memberikan kontribusi sebesar dulu
Yang paling membuatku kepikiran sebenarnya bukan siapa yang mengerjakan pekerjaan itu. Aku justru lebih sering bertanya kepada diriku sendiri, apakah selama ini kontribusiku memang tidak sebesar yang kubayangkan. Perasaan benar-benar membuatku mulai kehilangan kepercayaan diri terhadap kemampuanku sendiri.
Aku paham dalam bisnis memang ada efisiensi. Kalau ada yang lebih cepat, mudah, dan terjangkau, ya kenapa tidak? Aku juga harus menerima hal ini. Apalagi anggota tersebut lebih paham luar dan dalam mengenai bidang usaha tersebut.
3. Aku dan Ideku
Di salah satu pekerjaanku, aku membuat konten untuk social media mereka. Dan setahun ke belakang ini, aku benar-benar sangat sedih karena aku tahu ada 1 akun sejenis yang terus-menerus copy paste konten yang kubuat, dari Oktober 2025 hingga saat kutulis tulisan ini, 4 Agustus 2026. Aku paham kalau mereka melakukan ATM, tapi mereka tidak melakukan "M" sama sekali. Mereka hanya membuat postingan yang sama percis dengan desain yang sedikit berbeda.
Aku sempat mengatakan hal ini dengan atasanku, tapi sepertinya, untuknya hal ini biasa saja. Aku beberapa kali mention hal ini, tapi tidak ada pergerakan sama sekali. Jujur saja, ini membuatku sangat sedih, aku juga sempat stress dan tidak membuat postingan apapun karena kupikir untuk apa aku buat konten kalau hanya untuk di-copy-paste mereka?
Aku benar-benar ingin reach out mereka dan membuat mereka take down semua postingan yang sama percis dengan konten yang kubuat. Tapi, atasanku bilang selama mereka tidak merugikan dan mencatut nama agensi kami, ya sudah. Berarti konten yang aku buat dilihat bermanfaat oleh mereka.
Ada salah satu hal yang membuatku semakin down lagi. Aku beberapa kali mencoba memberikan ide dan masukan. Sebagian kutulis panjang, sebagian kusampaikan saat berdiskusi. Sayangnya, banyak yang berlalu begitu saja tanpa ada tindak lanjut sama sekali. Lama-kelamaan aku mulai bertanya-tanya, apa ide yang kusampaikan memang kurang baik, atau memang belum menjadi prioritas?
Ada juga beberapa kebutuhan konten yang sejak lama kusampaikan. Saat akhirnya kebutuhan itu benar-benar disadari, aku hanya bisa tersenyum dalam hati. Rasanya ingin berkata, "Aku pernah menyampaikan ini sebelumnya." Tapi pada akhirnya aku memilih diam. Aku jadi segan untuk menyanggah atau bahkan mengatakan bahwa aku pernah dan sering meminta hal ini.
4. Affiliate
Aku pernah mencoba untuk membuat akun affiliate, awal-awal rasanya cukup menyenangkan. Aku semangat mengambil video, mengeditnya, dan bahkan aku sempat melihat ada 3-4 orang yang checkout produk yang kupromosikan lewat keranjang kuning. Tapi, ternyata akun ini hanya bertahan 2 minggu saja! Entah kenapa akunku terkena pelanggaran tertinggi di tiktok dan membuat akunku sudah tidak bisa dimonetisasi lagi dalam bentuk apapun. Hal ini benar-benar membuatku down beberapa bulan dan malas membuka akunnya kembali.
Sejak kejadian itu, aku berhenti mencoba affiliate karena aku merasa mungkin ini tidak cocok untukku. Aku bahkan membandingkan diriku sendiri dan orang lain. Mengapa hal sama yang aku lakukan dengan orang lain bisa membuahkan hasil yang berbeda? Apa yang salah dengan diriku sendiri?
5. Aku Merasa Payah
Di pekerjaan utamaku, aku sedang merasa bahwa aku sepertinya tidak memberikan kontribusi yang sebesar itu untuk kantorku. Aku merasa title-ku di sana benar-benar aneh.
Pekerjaanku tidak hanya ada di satu bidang saja. Tapi, mencakup beberapa hal yang bisa dibilang mungkin membutuhkan 2-3 orang tambahan kalau ini ada di kantor lain.
Tapi, akhir-akhir ini rasanya sangat aneh. Aku mulai berpikir sepertinya aku memang sepayah itu karena goal yang aku berikan sendiri saja tidak bisa aku raih sedikit pun.
Dulu, kupikir desain terasa menyenangkan, tapi aku mulai berpikir desain yang kubuat tidak sebaik itu.
Dulu, kupikir membuat konten di social media cukup menyenangkan, tapi aku pikir aku benar-benar payah karena konten yang kubuat sepertinya tidak memberikan efek apapun untuk kantorku.
Dulu, kupikir bisa membuat website dengan WordPress terasa menyenangkan, tapi aku mulai membandingkan website-website ini dengan hasil website vibe coding yang tentunya lebih ringan dan tampilannya lebih modern.
Dulu, kupikir paham beberapa hal mengenai domain dan hosting bisa menguntungkanku. Tapi, setelah kupikir-pikir, aku hanya paham beberapa hal basic saja di sini.
Dulu, kupikir bisa menulis artikel bisa membuatku bertahan, tapi akhir-akhir ini aku merasa orang-orang lebih suka dengan konten berbentuk video. Sementar aku sendiri merasa tidak percaya diri masuk ke dalam video.
Aku bahkan sempat berpikir, kalau kantorku hire 1 orang seperti Ocha (wanita bertuban yang disukai algoritma), mungkin akan lebih menguntungkan perusahaan daripada aku yang mengerjakan beberapa hal yang mulai terasa repetitive tapi tidak terlihat perubahannya.
Aku sering berpikir, sebenarnya apa yang sudah aku lakukan selama ini?
Yang Kupikirkan
Tapi, akhir-akhir ini juga aku juga kepikiran, bagaimana kalau suatu saat nanti aku benar-benar kehilangan pekerjaanku? Jujur saja, aku takut dengan masa depan anakku. Aku ingin dia merasakan hal yang lebih baik dari pada aku dan suamiku di masa sekolahnya. Tapi, melihat keadaan saat ini, aku benar-benar bingung.
Aku tak menyalahkan perusahaan dan sistem yang mereka buat. Mungkin memang aku yang kurang baik dalam me-manage waktu dengan lebih baik hingga akhirnya aku kehilangan pekerjaanku. Jujur saja, aku ingin upgrade skill, bahkan beberapa kali kulakukan juga sampai punya beberapa akun untuk belajar. Tapi, beberapa kali juga terhenti di tengah-tengah karena aku merasa kelelahan secara fisik dan mental..
Aku merasa waktuku tak cukup untuk melakukan itu semua.
Memang apa saja yang kulakukan?
Pagi:
05:00 - sholat subuh, rendam cucian
05:15 - setrika baju sekolah anak
05:30 - tidur sebentar
06:00 - bangun, cuci piring, membersihkan kotoran kucing, mengganti pasir, memberi makan
06:30 - masak sarapan untuk anak, menyiapkan tas, bekal, dll
07:00 - memandikan anak, ganti baju anak, menyuapi sarapan (kalau lagi ga mau makan sendiri)
07:30 - masak sarapan untuk aku dan suami
08:00 - membilas cucian, menjemur cucian, sarapan
08:30 - istirahat sebentar, kadang menyapu rumah
09:00 - mulai kerja
Siang:
12:00 - masak makan siang, makan siang, suapin anak kalau lagi ga mau makan sendiri, sholat dzuhur
13:00 - mulai kerja kembali
Sore:
16:00 - memandikan anak, ganti baju anak, sholat ashar
16:30 - kerja kembali
Malam:
18:15 - sholat magrib
19:00 - kirim laporan, kerja freelance
19:15 - makan malam, suapin anak kalau lagi ga mau makan sendiri, sholat isya
19:45 - kerja freelance kembali
21:00 - siap-siap tidur
Aku selalu berpikir, sebenarnya apa yang salah denganku dan kehidupanku? Aku merasa semuanya terasa sangat padat, bahkan aku tidak sempat untuk memikirkan diriku sendiri dan semua hal yang aku mau.
Sebenarnya, apa yang benar-benar aku kuasai? Kenapa aku merasa sangat payah dan tidak bisa diandalkan lagi? Aku bingung sekali saat ini.
Mungkin besok aku masih akan merasa takut dan kebingungan. Mungkin minggu depan dan seterusnya juga. Tapi setidaknya, hari ini aku menuliskan semuanya. Semoga beberapa bulan lagi, saat membaca tulisan ini lagi, aku bisa tersenyum dan berkata, "Ternyata aku berhasil melewati masa itu."
Aamiin.

0 Comments
Halo semuanya, silakan tinggalkan jejak disini ya :) tolong jangan SPAM atau komentar yang berhubungan dengan SARA. Thanks :)