Seandainya Aku Punya Pilihan


Akhir-akhir ini, aku sering merasa lelah secara fisik dan mental. Menurutku, ini aneh. Dulu, aku benar-benar bisa menikmati jadi seorang pengguna media sosial. Apalagi, aku juga mengelola beberapa media sosial untukku pribadi dan juga pekerjaanku. Setiap kali riset dan membuat konten, semuanya terasa menyenangkan.

Tapi, sudah sekitar sebulanan ini, aku merasa semua hal yang berkaitan dengan media sosial itu "berat". Rasanya segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan, tanggung jawab, orang-orang tertentu, bahkan notifikasi mulai membuatku merasa cemas yang berlebihan.

Ada waktu-waktu tertentu dimana aku merasa takut, panik, dan tidak nyaman dengan munculnya notifikasi chat di ponselku. Aku terus-menerus berpikir:
  • Ada apa lagi?
  • Apa aku berbuat salah?
  • Ada hal baru lagi?
  • dan lain-lain

Tapi...

Aku masih membutuhkan ini semua. Tapi justru hal ini yang membuatku merasa lelah dan cemas setiap hari. Rasanya tidak menyenangkan sama sekali.

Aku merasa pernah menjadi kepercayaan beberapa orang. Tapi, lambat laun semua hal yang dipercayakan padaku mulai beralih ke tempat lainnya yang lebih mudah dijangkau.

Bahkan, hal ini dilakukan terang-terangan.

Aku memikirkan hal ini setiap hari:
Sepertinya, aku sudah tidak dibutuhkan lagi.

Menurutku ini wajar. Tapi, tetap saja membuatku sedih dan kebingungan. Aku masih ingat, dan selalu ingat. Hal yang paling membuatku down dan hilang semangat adalah semua ide dan masukan yang pernah kusampaikan tidak ada satu pun yang dijalankan

Aku sudah lelah memberitahu berulang-ulang.

Perasaanku pun sepertinya tidak penting. Ini sangat terlihat saat aku menceritakan tentang kekhawatiranku soal semua konten yang kubuat sering ditiru.

Ideku, saranku, perasaanku, semuanya diabaikan dan tidak dihargai sama sekali.

Yang paling melelahkan bukan hal-hal yang aku kerjakan. Mungkin perasaan bahwa apa pun yang aku lakukan tetap terasa kurang

Sayangnya...

Alasan kenapa semuanya sekarang terasa menakutkan adalah karena aku tidak punya pilihan sama sekali. 

Aku harus tetap melakukan hal ini karena aku membutuhkannya. Ada banyak hal yang harus tetap berjalan meskipun aku sedang kelelahan.

Bahkan, saat tubuhku merasa sakit, aku harus tetap melakukan hal yang melelahkan ini.

Semoga Suatu Hari Nanti


Harapanku hanya satu. Aku harap, suatu hari nanti aku punya pilihan. Aku benar-benar berharap ada kesempatan seperti itu untukku.

Aku tidak mau lagi bersandar, bergantung, dan bertahan pada sesuatu yang aku butuhkan itu. Aku ingin bangun sendiri saja tanpa bertumpu dengan hal itu lagi.

Semoga tahun ini, ya atau mungkin tahun depan, bisa menjadi tahun terbaik untukku. Tahun ini aku sudah berusaha semaksimal mungkin. Dan sampai sekarang masih terus berusaha.

Tapi, semoga aku segera bertemu dengan tahunku.

Aamiin.

Post a Comment

0 Comments