Menulis cerita ini membuatku sedikit sedih. In this economy, prioritas keuangan yang ada di rumahku berubah cukup banyak. Sebulan terakhir ini, aku agak kepikiran dengan kucing-kucingku.
Jadi, awalnya di rumahku ada 1 kucing yang kurawat dari kecil. Kucing ini sebenarnya anak dari kucing yang dimiliki kakak iparku. Kuberi nama Kimi, dia ini kucing calico domestik alias kucing kampung heheh. Saat itu, sepertinya Kimi berumur 3 bulan lebih. 1 tahun setelah merawatnya, Kimi hamil karena belum sempat steril. Dia melahirkan 4 anak, yang kuberi nama:
- Milo, jantan
- Molly, betina
- Miko, jantan
- Moci, betina
Jadi, di rumah ada 5 ekor kucing yang kurawat. Sayangnya, setelah 2 atau 3 bulan di rumah, Milo mati karena sempat keseleo dan sepertinya keracunan makanan. Aku sempat membawanya ke dokter hewan, dia juga sempat rutin minum obat. Tapi, sayangnya keluargaku harus kehilangan Milo. Maaf ya Milo.. semoga selama hidup bersama keluargaku, kamu senang.
Kehamilan Part 1
Beberapa bulan kemudian, kucing-kucingku tumbuh besar. Anak-anaknya mulai berukuran besar juga, mirip dengan Kimi. Tapi, tiba-tiba Kimi hamil lagi! Kenapa belum disteril juga? Uang yang ingin digunakan untuk steril terus digunakan untuk keperluan lain yang lebih urgent.
Kupikir, ya sudahlah mau bagaimana lagi?
Lama-lama, kuperhatikan, tubuh Moci mulai berubah. Deg! Aku mulai berpikir sepertinya Moci hamil juga. Aku kepikiran.. Bagaimana kalo nanti Kimi dan Moci melahirkan banyak kucing? Sementara, rumahku saja tidak sebesar itu dan keadaan kami sepertinya tidak memungkinkan untuk punya banyak kucing. Akhirnya, kami memutuskan untuk open adopt Kimi dan Moci.
Lalu, di rumahku akhirnya ada 2 kucing, Molly dan Miko. Aku agak khawatir juga karena mereka berbeda jenis kelamin. Beberapa kali juga kulihat mereka melakukan adegan dewasa, tapi tidak masuk. Kepunyaan Miko selalu ada di atas Molly, tidak pernah kulihat masuk. Apa karena mereka tahu mereka adik kakak? Setiap kali mereka melakukan itu, aku benar-benar takut Molly hamil.
Kehamilan Part 2
Saat akhirnya kupikir akan segera mensterilkan Molly (aku utamakan dia dulu karena dia betina), eh, ternyata Molly sudah hamil! Ya Allah...
Meski begitu, aku tetap merawat Molly selama kehamilannya. Saat melahirkan, aku takut Molly melahirkan banyak anak. Dan, benar.. Molly melahirkan 4 anak seperti Kimi dulu. Tapi, tidak seperti Kimi, karena Molly melahirkan di tempat yang gelap dan kecil, aku tidak tahu urutan anaknya yang lahir seperti apa. Saat kulihat, Molly sudah bersama 4 anak dan sedang kelelahan.
Anak-anaknya Molly:
- Oren semua, jantan (mirip Milo)
- Oren putih, jantan (Mirip Molly)
- Dominan putih, tapi ada corak oren hitam, betina (Calico, mirip Kimi)
- Hitam dengan sedikit corak putih oren, betina (Mirip Miko, tapi Miko seperti mujaer, sedangkan ini seperti Tortie)
Open Adopt
Jujur saja, aku sedikit khawatir karena keadaan di rumah sedang tidak memungkinkan. Akhirnya, aku dan suami memutuskan untuk open adopt Miko, Molly, dan keempat anaknya. Sebenarnya aku tidak tega. Aku juga sudah sayang dengan Molly dan Miko karena sudah bersama 1 tahun ini.
Setiap kali melakukan open adopt, ada banyak orang yang akhirnya ghosting. Entah kenapa seperti itu. Rasanya cukup sulit untuk menemukan adopter yang benar-benar serius. Sampai akhirnya, ada yang mau adopt mereka dan akan datang ke rumah untuk menjemput mereka semua.
Miko
Tapi, aku agak galau melihat Miko. Akhir-akhir ini, Miko sangat manja karena sering tidur di kakiku saat aku sedang kerja. Bahkan, sekarang Miko seperti kembali ke masa kecil saat sering ikut tidur di kasurku. Setiap malam, aku terbangun karena tiba-tiba ada dia di sekitar perut atau pahaku.
Beberapa menit sebelum adopter datang, aku bertanya ke suamiku, "apa gapapa kalau Miko tetap bersama kita?" Aku juga bertanya karena anakku terlihat sedih saat aku berbohong mengatakan akan ada dokter yang datang menjemput mereka untuk diperiksa.
Akhirnya, setelah adopternya datang dan ada di depan pagar rumahku, aku langsung berpikir untuk terus merawat Miko. Suamiku juga kelihatan senang karena keputusan ini.
Aku juga meminta maaf ke adopter yang datang karena aku berubah pikiran dan hanya akan open adopt Molly dan anak-anaknya. Dia bilang tidak masalah.
Perasaan Saat Itu
Saat sedang memasukkan Molly dan anak-anaknya ke dalam cargo, aku belum merasa sedih. Bahkan, saat kubantu adopter untuk mengangkat cargo agar dia bisa naik motor dulu, aku belum merasakan apapun.
Tapi, saat aku masuk pintu dan menutup pintu, anakku tiba-tiba menangis dengan keras sambil sesenggukan. Hatiku sangat tersentuh dan aku juga mulai merasa sedih.

0 Comments
Halo semuanya, silakan tinggalkan jejak disini ya :) tolong jangan SPAM atau komentar yang berhubungan dengan SARA. Thanks :)