Saat menulis hal ini, aku menjadi sedih kembali. Tak pernah kubayangkan bahwa seseorang yang kuanggap sangat dekat denganku bertahun-tahun bisa berkata seperti itu tepat di depan wajahku. Tepat di depan diriku yang sedang berdiri di depannya dan sedang berbahagia karena suatu hal yang sudah kuselesaikan.
"Aulia bisa apa? Dia dari lulus sekolah cuma kerja di sana terus, ngga punya banyak pengalaman kayak aku. Coba bandingin aja sendiri. Dia cuma menang di gaji yang besar. Dibanding aku yang udah punya banyak pengalaman karena udah kerja di banyak tempat."
Saat mendengar kata-kata itu aku hanya tersenyum dan diam sebentar. Lalu menanggapi ceritanya yang lain. Ya, benar. Saat itu seseorang yang mengatakan itu kepadaku sedang bercerita tentang keluh kesahnya padaku. Dan aku tentu saja harus mendengar dan memberinya beberapa pendapat karena aku menghargai dia yang sudah mau bercerita. Itu artinya, dia percaya denganku bukan?
Sayangnya, aku juga tak begitu paham sikapnya. Dari awal kami bertemu, hingga saat ini. Intinya, kalimat itu tak akan pernah aku lupakan dan aku masih berpikir apa mungkin aku yang harus membenahi diri karena tetap berada di tempat yang sama terus-menerus?
Aku mungkin memang tak bisa apa-apa. Aku hanya berdiri di satu tempat yang sama. Aku tidak bergerak. Tapi, aku menjadi sadar, bahwa seseorang yang mengatakan hal itu memang hanya sebatas "teman" saja. Tidak kurang, tidak lebih. Sama halnya seperti mereka yang hanya datang dan pergi atau pun lewat dalam sekejap. Sejak saat itu, aku berjanji kepada diri sendiri tak akan pernah mau mengurusi hal apa pun yang berkaitan dengannya.
Aku memutuskan untuk berhubungan seadanya dan semampuku saja. Tidak memaksakan diri untuk menjadi lebih dekat lagi seperti biasanya.
Jika dipikirkan berkali-kali, aku tetap merasa bersyukur berada di tempat ini untuk waktu yang cukup lama karena aku bisa mendapatkan banyak ilmu, kesempatan, relasi, dan hal-hal baru yang bisa membantuku untuk tumbuh lebih baik lagi.
Tapi, tentu saja setiap orang memiliki pemikirannya masing-masing yang tak bisa dipaksakan. Terkadang, aku pun merasa iri dengan mereka yang sudah berjalan dan pergi ke tempat-tempat lain. Aku pun berpikir apa memang aku yang sudah nyaman, terpaksa atau bahkan takut untuk memasuki tempat baru lagi?
Sampai saat ini pun aku masih memikirkannya.
Terima kasih untuk kalimat yang tidak akan pernah kulupakan. Aku menjadi bisa berpikir dan mungkin bisa meninjau kembali kehidupanku saat ini. Meski sudah lama, tapi kalimat itu akan tetap membekas sampai kapan pun, sepertinya.
Catatan:
Sebenarnya tulisan ini sudah menjadi draft selama 6 tahun lebih! Tapi, hari ini aku putuskan untuk memostingnya agar aku benar-benar bisa bergerak dan meninjau kembali kehidupanku yang masih seperti ini saja.

0 Comments
Halo semuanya, silakan tinggalkan jejak disini ya :) tolong jangan SPAM atau komentar yang berhubungan dengan SARA. Thanks :)