Keenan dan Les BIMBA


Di tulisanku ini, aku sekalian mau buka bagian khusus untuk cerita seputar anakku, Keenan. Mulai dari keseharian sampai perkembangannya. Kalau dipikir-pikir, selama beberapa tahun setelah Keenan lahir, aku jarang catat perkembangan dia, kecuali di aplikasi The Asian Parent. Dan setelah memutuskan untuk aktif kembali di blog ini, aku pikir, tidak ada salahnya juga untuk menulis di sini.

Tulisan keduaku tentang anakku, adalah tentang Les. Di usia anakku yang masih menginjak 4 tahun ini, alhamdulillahnya dia masih terlihat semangat untuk sekolah. Setahun terakhir, dia ada di TK A dan dari 7 siswa di kelasnya, ternyata dia berhasil juara 3 saat perpisahan! Aku cukup senang saat nama anakku disebut saat itu.

Di tahun ini, dia sudah naik ke TK B, meski data di sekolah menunjukkan anakku masih ada di kelas A karena umurnya yang masih 4 tahun, tapi kesehariannya dia mengikuti kegiatan di kelas B dengan teman-teman yang usianya di atasnya.

Bulan lalu, anakku tiba-tiba jadi sering bertanya apa dia akan ikut les seperti teman-temannya? Sebenarnya, dari tahun lalu, anakku dimasukkan ke les di sekolahnya. Tahun ini pun sama. Tapi, karena beberapa teman lainnya ada yang mendaftar les di BIMBA, anakku jadi sering bertanya hal ini.

Awalnya, niatku ingin memasukkan dia ke BIMBA itu tahun depan, saat usianya sudah masuk 5 tahun. Setahun sebelum masuk SD. Tapi, karena dia sudah excited, akhirnya aku coba bertanya ke tetangga dan minta kontak adminnya.

Daftar Les

Setelah bertanya ke admin, aku langsung mendaftar les. Aku sengaja tidak mengambil kelas free trial dulu dan langsung minta masuk kelas biasa. Aku juga penasaran, apa anakku harus adaptasi dulu seperti waktu pertama kali masuk TK di tahun lalu.

Seminggu setelah mendaftar, anakku sudah masuk kelas biasa. Dan alhamdulillahnya, ternyata dia terlihat senang! Dia berkali-kali bilang kalau dia suka les BIMBA. "Keenan suka les bimba." gitu katanya.

Untungnya, karena dia sudah masuk TK, dia jadi tidak perlu adaptasi lebih lagi seperti dulu. Dia sudah paham ada guru dan teman-teman lain yang akan belajar bersamanya.

Setelah Les

Setelah 3 minggu les, aku merasa ada perkembangan pada anakku.

  • dia sudah bisa membaca CA - CI - CU - CE - CO dengan jelas (biasanya, di rumah kalau belajar baca huruf C + vokal, terdengar seperti huruf T. TA untuk CA misalnya..)
  • dia sudah bisa menulis angka 6 dan 7 dengan rapi (biasanya angka 6-nya miring dan angka 7 di buat lurus seperti huruf L besar yg terbalik)
  • dia sudah bisa berhitung penjumlahan (masih perlu belajar lagi sih, kadang masih bingung kalo angkanya di atas 5, tapi beneran lebih cepet!)
  • dia jadi sering bertanya "bunda, bahasa inggrisnya [nama barang] apa?" dan ikut praktek cara bacanya (sekarang dia tau kalau kucing itu cat, mobil itu car).

Dan masih ada banyak hal lain yang kurasa perkembangannya cukup terlihat signifikan untukku.

*UPDATE*

Di minggu ke-4, guru di BIMBA menghubungiku dengan memberikan dokumentasi belajar anakku di kelas. Setelah itu beliau mengatakan bahwa dari awal masuk, anakku langsung lompat ke level 2!

Pantas saja, saat aku melihat isi bukunya, aku bertanya-tanya apa mungkin level 1 sudah mempelajari hal ini? Dan membuatku berpikir mungkin memang ini yang dipelajari di level 1 di BIMBA.

Ternyata, karena Keenan sudah bisa, dia melewati level 1 dan mulai belajar dari level 2. Aku benar-benar bangga dengan anakku.

Mungkin ada yang bertanya-tanya,

  • "kenapa les kalo masih kecil?"
  • "anak kecil harusnya main."
  • "emang di sekolah ga ada perkembangan?"
  • "apa anaknya ga capek belajar terus?"

Jawabannya hanya satu: 

Permintaan anak. Dia sudah bertanya berkali-kali dan minta dimasukkan les. Dan kupikir, mumpung dia sedang mau, ya kenapa tidak? Tidak ada ruginya juga. Anak dapat ilmu baru, teman baru, lingkungan baru, dia juga jadi lebih cepat beradaptasi.

Bukannya tidak ada perkembangan sama sekali saat di sekolah. Justru, buatku pribadi, sekolah jadi tempat paling memorable karena di sana anakku belajar banyak hal. Akan kubuat cerita lain mengenai sekolah karena akan jadi cerita yang panjaaang.

Alhamdulillahnya, anakku juga tidak merasa capek (mungkin belum ya, karena masih excited, tapi alhamdulillah pokoknya!). Bahkan, dia masih sempat main juga setiap hari dengan teman-temannya di lingkungan rumah di sore hari.

Jadi, ini cerita Keenan dan Les BIMBA. Sejauh ini, aku merasa bersyukur karena ada perkembangan dan selalu pulang dengan senang. Meskipun dia belum mau ikut mengaji dengan teman-teman lain, belajar di sekolah, belajar di les sekolah dan bimba, serta belajar mengaji di sekolah sudah cukup untukku.

Kalau dia nantinya ingin ikut mengaji dengan teman-temannya di luar jam sekolah, atau ingin belajar non akademik lainnya, pasti aku akan dengan senang hati mendaftarkannya lagi! 

Untuk anak Bunda, semoga rangkaian belajar ini ga bikin kamu kewalahan ya. Bunda senang sekali lihat perkembangan kamu akhir-akhir ini.

Post a Comment

0 Comments